Rabu, 12 Desember 2012

ATOM dalam AL QURAN



DAFTAR ISI

  • 1 PENDAHULUAN
  • 2 PEMBAHASAN
  • 3 KESIMPULAN
  • 4 DAFTAR PUSTAKA


pendahuluan

tiada terhitung lagi hal yg menunjukan bahwa al quran itu mengandung bukti-bukti ilmiah dan kebenaran ilmu pengetahuan secara otentik. Pada akhirnya bukti-bukti ilmiah itu akan memperlihatkan bahwa al quran benar berasal dari sang pencipta. Tuhan yg maha memiliki kesempurnaan pengetahuan. Beratus-ratus artikel dan buku-buku telah menuliskan dan memaparkan bukti-bukti kebenaran al quran itu itu. Setiap waktu, setiap masa para ilmuwan menemukan penemuan, namun al quran telah sekian lama dan lebih lama memaparkan hal-hal yg baru ditemukan ilmuwan-ilmuwan itu. Bagaimana mungkin?, ilmu pengetahuan yg baru saja di temukan oleh ilmuwan, yg cara menemukanya saja harus dgn peralatan canggih, tapi sudah di utarakan oleh Nabi Muhammad SAW tanpa satu pun teknologi canggih yg membantunya.

Pembahasan

sebelum al quran ada, seorang filusuf yunani dari zaman leukipos bernama Democritus berkata tentang teorinya "materi terdiri atas partikel-partikel yg sangat kecil yg tidak terlihat dan tidak dapat dibagi, partikel-partikel itu disebut atom. Jadi atom tidak dapat dibagi dan merupakan bagian terkecil. Atom berasal dari kata yunani "a" yg artinya "tidak" dan "tomos" yg berarti "di bagi". Orang arabpun juga telah mengerti tentang atom ini jauh sebelum islam datang. Kata "atom" biasa mereka sebut dgn kata "dzarrah". Hal ini disetujui dan dipercayai selama puluhan tahun.
Pada tahun 1803, seorang ilmuwan bernama JOHN DALTON membenarkan pendapat Democritus bahwa atom adalah bagian terkecil. Penelitian berlanjut saat ditemukanya tabung katode yg memendarkan sinar hijau lemah. Pada tahun 1879 Wiliam crookes menemukan tabung katode yg lebih baik, maka J.J Thompson meneliti lebih lanjut sinar katode (partikel) itu. Setelah beberapa kali percobaan Thompson menemukan bahwa sinar katode adalah penyusun atom yg bermuatan negatif dan disebut elektron. Ini menandakan kalau atom dapat terbagi lagi, dan atom bukan partikel yg terkecil. Pada tahun 1886, Eugen Goldstein menemukan sinar kanal dari sinar katode yg berlawanan arah dgn sinar katode sendiri. Tahun 1898 Wilheln wien menemukan bahwa sinar kanal bermuatan positif dan disebut proton. Proton terdapat dalam inti atom. Namun, setelah tahun 1932 James Chadwick membuktikan bahwa inti atom tidak hanya terdiri dari proton, tapi juga neutron yg bermuatan netral. Jadi atom masih dapat dibagi-bagi lagi menjadi elektron, proton dan neutron.
 J.J THOMPSON
Para peneliti menggunakan alat yg tergolong canggih seperti tabung katode yg sudah di modifikasi, alat pemancar sinar alfa, spektrometer massa dll. Jauh sebelum penemuan itu al quran telah mengetahui bahwa atom masih dapat terbagi lagi, padahal saat itu peradaban arab tiada memiliki satu alat canggih pun. Dalam surat Yunus ayat 61 tertulis " tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biar pun sebesar zarrah (atom) di bumi maupun di langit. Tidak ada yg lebih kecil dan tidak ada yg lebih besar dari itu melainkan (semua tercatat) dalam kitab yg nyata (lauhul mahfudz)". Artinya perbuatan apapun, dosa/pahala yg walaupun nilai ataupun bobot perbuatan itu sebesar atom, tiak akan luput dari pengawasan allah, walaupun lebih kecil dari atom atau lebih besar dari atom, semuanya akan tercatat dalam kitab catatan amal/perbuatan manusia.

Kesimpulan

Al quran memberikan sebagian hal yg lebih besar dari pemikiran manusia, dan dapat dibuktikan secara nyata. Apakah kita masih dapat meragukan al quran? Masihkah menolak untuk memeluk islam?
"tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (islam), sesungguhnya telahjelas (perbedaan) antara jalan yg benar dgn jalan yg sesat" (al baqarah 256). Kami tiada memaksa, sungguh pilihan ada di tangan anda.
Daftar pustaka

  • Bumi Cinta Habiburrahman EL SHIRAZY
  • KIMIA jilid 1 untuk SMA kelas x (phibeta). 

 DAFTAR JUDUL


Geologi dalam Al-Quran








1 komentar: