Sabtu, 08 Desember 2012

Geologi dalam Al-Quran

"Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya padahal dia berjalan sebagai jalanya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yg membuat dgn kokoh tiap-tiap sesuatu, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yg kamu kerjakan" AN-NAML 88

DAFTAR ISI
  • 1 PENDAHULUAN
  • 2 PEMBAHASAN
  • 3 KESIMPULAN
  • 4 DAFTAR PUSTAKA

Pendahuluan

Bumi merupakan suatu planet yg kita tinggali saat ini, dimana didalamnya terdapat unsur-unsur yg mendukung terjadinya kehidupan. Sebagai mahluk yg memiliki akal serta pemikiran, manusia memiliki rasa ingin tahu tentang seluk beluk bumi dan isinya. Para ilmuwan pada masanya seperti Afred lothar wegener (1880-1930), Immanuel kant, Rittmann (1960) dan lain-lain, mencoba mencari tahu akan perkembangan bumi. Salah satu yg menjadi acuan pokok bagi ilmu geologi zaman sekarang adalah tentang teori apungan dan pergeseran benua (Lempeng).

Ternyata berabad-abad sebelum dikemukakan kedunia, al-quran telah menceritakan ini dalam ayat-ayatnya yg mengguncangkan logika dan hasil penelitian ilmuwan selama bertahun-tahun. Hal itu tidak mampu di jawab akal, karna pada masa itu mustahil ada alat canggih, apa lagi peradaban arab saat itu tertinggal dari peradaban lain.

Pembahasan

 Pergeseran benua atau lempeng ini menggerakan gunung-gunungnya pula, ALFRED WEGENER
ALFRED WEGENER
 mengemukakan bahwa pada awalnya permukaan bumi itu menyatu, pada satu benua besar yg dinamakan pangea. Benua itu kemudian saling berpisahan, bergerak dan bergeser, hingga akhirnya menjadi bentuk yg sudah kita kenal saat ini. Pada tahun 1980 para ilmuwan mengakui kebenaran teori itu, pergerakan kerak bumi di temukan setelah penelitian awal abad ke 20. Para ilmuwan menjelaskan bahwa kerak dan bagian terluar magma terbagi atas lapisan yg disebut lempeng, lempeng ini bergerak membawa gunung, hutan, danau dan sebagainya. Sementara itu al quran (an-naml 88) menyebutkan berikut "dia berjalan sebagai jalanya awan" awan juga merupakan objek yg terapung antara langit dan bumi (melayang). Ilmu geologi modern hasil penelitian ilmuwan juga menggunakan istilah continental drift yg artinya gerakan mengapung dari benua.
 teori tersebut diuraikan tahun 1915 yg berjudul Die Enstehung der Kontinente und Ozene. Ketebalan kerak mencapai 100 km.Pergerakan benua sekitar 1 hingga 5 cm per tahun secara perlahan. Seperti pernyataan ayat tersebut "berjalan sebagai jalanya awan" karna ketika kita amati, pergerakan awan memang cenderung bergerak secara lambat.


KESIMPULAN

AL-quran  memang salah satu keajaiban dunia yg dapat dinyatakan secara ilmiah. Tidak diragukan lagi kebenaranya. Bayangkan suasana saat itu ketika ayat ini diturunkan, begitu banyak orang yg menertawakanya. Tapi setelah fakta ilmu pengetahuan modern menunjukan kebenaran al-quran tidak sedikit yg mempercayai al-quran.

DAFTAR PUSTAKA

National Geographic society, Powers of Nature Washington DC 1978

DAFTAR BAHASAN TENTANG AL QURAN